28 Januari 2008

HATI-HATI :GUNAKAN KARTU KREDIT DENGAN BIJAK !!!

Bagaimana memanfaatkan kartu kredit untuk keuntungan kita? Pertama, dengan mencoba untuk membayar lunas setiap pembelanjaan yang Anda lakukan setiap bulannya. Kalau begitu apa keuntungannya? Bukannya kita bisa mencicilnya? Memang benar kita bisa mencicil tagihan bulanan kita tapi yang perlu diperhatikan bahwa dengan mencicil pasti ada biayanya, seperti yang saya uraikan di atas. Bunga bulanan yang mencapai 3% bisa sangat memberatkan Anda.
Dengan membayar lunas tagihan Anda begitu tagihan datang, tentunya ada keuntungannya, yaitu belanja tanpa harus membayarnya langsung. Anda memiliki waktu satu bulan, minimal untuk membayar lunas pembelanjaan Anda? Keuntungan ini akan terlihat dari sisi aliran dana keuangan kita.
Bagaimana caranya agar tagihan bulanan dapat dibayar lunas setiap bulan? Satu-satunya cara adalah dengan menganggarkan belanja yang akan Anda lakukan setiap bulannya. Bila Anda menggunakan kartu kredit untuk belanja kebutuhan bulanan, tentunya Anda memiliki anggaran belanja bulanan.
Dengan begitu di akhir bulan, begitu tagihan datang, Anda dapat membayarnya lunas. Masalahnya, memiliki kartu kredit bagi sebagian orang dirasa sebagai memiliki uang lebih. Padahal, kartu kredit adalah kartu utang yang harus dibayar setiap bulannya dengan bunga, bila kita mencicilnya.
Keputusan untuk berbelanja harus didasari oleh satu pertanyaan penting berikut ini: apakah saya membutuhkannya atau menginginkannya?
Beda keduanya sangat besar. Pernahkan Anda membeli sesuatu dan Anda sesali setelahnya? Saya yakin pernah. Misalnya, Anda membeli sepatu, walau sudah ada enam pasang di rumah. Anda memakainya satu, dua kali, dan setelahnya hanya tergeletak di rak sepatu rumah Anda. Biasanya keinginan-keinginan impulsif seperti ini yang mengakibatkan keuangan keluarga Anda menjadi terganggu, apalagi bila Anda harus membayarnya dengan bunga, mencicil tagihan bulanan kartu kredit.
Saran saya, sebelum membeli sesuatu, apalagi dengan kartu kredit dan kebiasaan mencicil, tanyakan pada diri Anda, apakah kita membutuhkannya atau hanya menginginkannya? Jangan mudah tegiur dengan berbagai promosi yang ditawarkan (sumber:sinar harapan)

0 komentar: